Tampilkan postingan dengan label pria menopause. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pria menopause. Tampilkan semua postingan

Kenali Gejala Pria Menopause

Diposting oleh Unknown on Jumat, 08 Juni 2012

PERNAHKAH memperhatikan beberapa perubahan yang terjadi pada suami Anda? Apakah dia malas dan bertingkah aneh? Ini tanda-tanda dia mengalami menopause.

Sebelumnya, istilah menopause digunakan untuk wanita yang memiliki perubahan hormon secara drastis setelah usia 40. Tetapi tidak hanya wanita, pria pun mengalaminya.

Perbedaannya, menopause pada pria tidak membuatnya mengalami penurunan kesuburan secara drastis, seperti yang dialami kaum wanita.

Menopause terjadi saat hormon dalam tubuh pria mengalami penurunan secara perlahan. Umumnya, terjadi saat pria menginjak usia 40.

Gejala menopause pria cenderung tak terlihat karena proses penurunan hormonnya yang perlahan. Tetapi, ada beberapa gejala yang mudah dikenali saat pria mengalami menopause, sebagaimana dilansir Boldsky.

- Perubahan fisik

Ketika mengalami menopause, berat badan pria akan bertambah, massa ototnya melemah, dan tubuh terlihat melonggar. Rambut rontok, disfungsi ereksi, dan depresi juga menjadi gejala lain dari menopause pria.

Tubuh terasa nyeri, terutama sendi lutut dan siku. Anda juga menjadi malas dan tidak aktif. Jika itu yang dirasakan, sebaiknya segera periksa perubahan tubuh Anda.

Obesitas merupakan gejala umum pria menopause. Jogging setiap pagi dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi hal tersebut agar tubuh dan pikiran kian bugar dan sehat.

- Perubahan suasana hati

Mudah marah adalah salah satu tanda umum mengetahui bahwa seorang pria mengalami menopause. Sementara beberapa orang menjadi gelisah, lainnya menjadi malas. Ada juga yang justru menjadi sangat giat bekerja. Hal ini dikarenakan perubahan suasana hati yang berbeda pada setiap orang.

- Berkeringat di malam hari

Tiba-tiba Anda bangun di tengah malam dan menemukan tubuh basah karena keringat, waspadalah. Itu juga pertanda lain Anda mengalami menopause.

Selain itu, gejala lainnya Anda merasakan hawa dingin, tetapi tetap berkeringat. Sulit tidur malam hari juga menjadi tanda lainnya.

- Kurangnya libido

Karena penurunan produksi testosteron, beberapa orang tidak memiliki kemampuan memiliki ereksi. Namun, tidak umum untuk semua orang.
More aboutKenali Gejala Pria Menopause

Pria Menopuse

Diposting oleh Unknown

Sst..tahu ga sih…cowok ternyata bisa menopause, lho…Nah, baru tahu kan…makanya buruan simak tulisan berikut ini….

Sinonim
Andropause memiliki banyak nama antara lain: sindroma andropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in the Aging Male), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in the Aging Male), menopause pada pria, climacterium pada pria, viropause, adrenopause, somatopause.

Definisi
Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause.

Epidemiologi
Andropause umumnya dimulai pada usia 40-60 tahun.

Penyebab: faktor lingkungan, berupa: pencemaran/polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, pola makan. Faktor organik, yakni perubahan hormon, seperti: testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin. Faktor psikogenik, misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).

Gejala Klinis
Terjadi perubahan mental dan psikis (psikologis), bisa berupa kelelahan mental, seperti: mudah lupa, perasaan tanpa gairah, merasa kurang energi, sering mengantuk, mudah tersinggung, berkurangnya refleks dan kesiagaan. Terjadi penurunan fungsi fisiologis, seperti: berkurangnya libido (hasrat seksual), perubahan tingkah laku seksual, berkurangnya ketajaman mental/intuisi, berkurangnya kemampuan ereksi. Terjadi perubahan tingkah laku, seperti: berusaha berpenampilan muda, rasa takut yang berlebihan akan menurunnya kesehatan, pencegahan atau pengobatan berlebihan, petualangan seksual. Dapat disertai berbagai keluhan, misalnya: depresi, tidak tenang, tidur gelisah, tidak enak badan, cemas, suasana hati sering berubah-ubah, takut sakit, takut mati, takut kehilangan (status sosial, respek dari kolega, kontrol diri), merasa tidak mampu (bekerja, olah-raga, berprestasi), tertidur setelah makan malam, kekuatan dan ketahanan otot menurun, tinggi badan berkurang, sedih dan/atau uring-uringan, berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup (tidak bisa lagi menikmati hobi, tidak suka bepergian, tidak suka lagi menonton film). Juga terjadi perubahan hormonal yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.

Terapi
Dukungan psikologis, pemberian multivitamin (terutama vitamin E dan D), pemberian tambahan kalsium. Jika terjadi penipisan rambut atau kebotakan, dapat diberi: minoxidil, tretinoin, finasteride, 17α-estradiol konsentrasi 0,025%. Pada penurunan libido maka atas petunjuk dokter, dapat diterapi dengan hormon testosteron, pemberian substitusi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy), subtitusi hormon (testosteron, DHEA, melatonin, GH, dan IGF-1)

Pencegahan
Lingkungan perumahan yang tenang, nyaman, tempat tinggal yang “memadai”. Mengutamakan keselamatan kerja jangka panjang, yaitu keselamatan dari efek samping penggunaan bahan kimia dan logam beracun dalam proses industri, bahan pengawet, debu atau partikel dalam industri, bahan beracun lain seperti: pestisida, insektisida, herbisida, dsb. Menghindari paparan polusi udara, seperti: polusi yang diakibatkan pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, “pembakaran hutan”, asap rokok. Menghindari makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Mereka/menulis ulang tujuan hidup dan buatlah analisis secara realistis. Mengurangi stres, misalnya dengan menyalurkan hobi, belajar menerima keadaan, jujurlah pada diri sendiri. Mempersiapkan masa pensiun, menghargai diri sendiri, mencoba memilih satu kegiatan yang menarik sedini mungkin. Komunikasi-sosialisasi yang baik. Cobalah mencari dan menjadi sahabat yang baik dan setia. Belajarlah mengendalikan diri. Tidak perlu menjadi “superman”. Banyak membaca buku. Jagalah kebugaran jasmani dengan olahraga rutin dan teratur, alternatif olahraga yang dapat dilakukan: jalan cepat, jogging, lari-lari, lompat, berenang, badminton, dansa, yoga, bersepeda, aerobik, Tai chi/Qi gong, senam Kegel. Hindari/hentikan rokok. Perbanyak mengonsumsi ikan laut atau minyak ikan minimal 2x seminggu. Usahakan berat badan ideal atau mendekati normal. Jangan sembarangan minum obat atau jamu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng, kencing sakit (anyang-anyangen, Jawa), beser, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar.

Tahukah Anda?
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun.
source
More aboutPria Menopuse